Selasa, 17 April 2018

Giraffe Center Nairobi Kenya

Rotschild Giraffe
Lidahnya Panjang Dan Mulutnya Bau

Namanya Giraffe Centre. Lokasinya di Lang'ata, sekitar 5 Km dari pusat kota Nairobi, Kenya. Mulai didirikan tahun 1979 untuk melindungi habitat jerapah jenis Rotschild Giraffe yang keberadaannya mulai langka di Afrika Timur. Pengunjungnya selain turis, kebanyakan adalah rombongan anak anak sekolah beserta gurunya karena memang pada awalnya tempat ini didirikan untuk tujuan pendidikan bagi murid murid sekolah disekitarnya. Pendirinya adalah Jock Leslie Melville, cucu dari bangsawan Stottish.


Panggung Tinggi Untuk Memberi
Makan Jerapah

Pada awal mulanya, si Melville dan istrinya Betty menemukan 2 ekor bayi jerapah didekat rumahnya di Lang'ata yang sekarang ini jadi pusat Giraffe Center. Dari 2 ekor bayi jerapah tersebut kemudian tercetuslah ide untuk mengembang biakkan jerapah dan hasilnya sangat sukses sekali dan berhasil melepaskan anak anak asuhnya ke Kenyan National Park dan menginisiasi tempat pengembang biakan jerapah di lokasi lain.

Tiket Masuk Untuk Turis KES 1000
Penduduk Lokal Cukup Bayar KES 250

Tahun 1983 baru dijadikan obyek wisata resmi dengan atraksi utama 'Memberi Makan Jerapah'. Ternyata binatang segede itu makanannya 'pallet' seperti makanan ikan. Lidah jerapah ternyata panjang sekali dan bisa digunakan untuk merebut pallet dari genggaman tangan pengunjung. 

Takut Takut Dikit Saat Memberi Makan
Lidahnya Kasar, Panjang Dan Napasnya Bau

Ada juga atraksi lain yang lebih ilmiah di auditorium. Topik yang dibicarakan tentang jenis jenis jerapah yang hidup di Afrika dan bagaimana cara mengenalinya. Ternyata bulu kotak kotak coklat pada jerapah itu berbeda beda menandakan jenisnya. Ada yang segi empat di bagian leher, segi enam di kaki belakang dan ada juga yang seluruh badannya segi empat, enam atau tidak beraturan. Susah saya menghapal nama nama jenis jerapah, secara sepintas semuanya sama.

Ada Petugas Yang Menjaga Dan Mengawasi
Tingkah Polah Pengunjung Dan Jerapah

Lebih susah sekali mengingat nama anak anak Kenya yang sedang wisata ditempat ini bersama guru gurunya. Saya suruh berbaris dan lewat didepan saya berkali kali tetap aja lupa nama namanya. Wajahnya sepintas hampir sama semua dan namanya sangat susah diucapkan. Meskipun nama depannya western tetapi nama belakangnya sangat khas Afrika seperti  Nelson Kugale, Robert Uruyu, David Onyango dan saya harus memanggil anak anak tersebut dengan nama belakangnya.

Jinak Dan Asli Afrika

Jerapah Bisa Mengingat Pengunjung
Bersuara Memanggil Kalau Lewat Lagi Didepannya

Makanan Jerapah Ternyata Seperti Pallet
Makanan Ikan

Nonton Penjelasan Jenis Jenis Jerapah Afrika

Petugas Yang Menjelaskan Lucu
Bisa Menirukan Berbagai Macam Suara Jerapah

Anak Anak Sekolah Sedang
Wisata Pengenalan Kekayaan Alam Kenya

Giraffe Center Isinya Anak Sekolah
Pengenalan Binatang Sejak Dini

Wajah Dihiasi Berbagai Macam Binatang
Sebagai Pertanda Kecintaannya Terhadap Binatang

Anak Anak Kenya
Seragam Sekolahnya Bagus Bagus

Baris Berbaris Masuk Ke Area Jerapah

Baca :
Blogger Tricks

Minggu, 15 April 2018

Alshaya Dan The Avenues Mall

The Forum
Avenue Mall Kuwait
Namanya The Avenues Kuwait, sama persis namanya dengan The Avenues Bahrain karena memang dua mall raksasa ini masih satu group. Kuwait based Mabanee Company tercatat sebagai pemilik The Avenues Kuwait sedangkan The Avenues Bahrain pemiliknya King Faisal Corniche Development Company Bahrain bekerja sama dengan Mabanee Company Kuwait

Semua Toko Retail, Restaurant Dan Hotel
Dioperasikan Oleh Alshaya Co

Lain pemilik gedung lain pula dengan retailer yang mengisi dan mengoperasikan Mall tersebut. Hampir semua toko retail, restaurant dan hotel dikedua mall tersebut dioperasikan oleh perusahaan Kuwait bernama M.H Alshaya Co. Jadi nggak bisa disalahkan kalau banyak orang yang keliru menganggap The Avenues adalah milik keluarga Alshaya meskipun sebenarnya ada keterkaitannya juga.

The Avenues Kuwait
Mall Terpanjang - Satu Putaran Bisa 5 Km

Banyak sekali orang Indonesia yang bekerja di Alshaya, ada yang di hotel hotelnya, divisi otomotifnya, restaurantnya, toko retailnya, di bagian logistic, pergudangan dan administratif di kantor utama. Entah berapa jumlah orang Indonesianya saya kurang begitu tahu tapi yang jelas cukup banyak karena memang Alshaya adalah perusahaan Multinational besar di Kuwait yang tidak hanya beroperasi di Timur Tengah tetapi juga di Afrika Utara, Russia, Turkey dan Europe.

The Avenues Mall Kuwait Ini Enak Untuk Jogging
Adem Di Musim Panas

Pingin tahu retail apa saja yang dibawah management Alshaya dan beroperasi di Timteng sampai Russia dan Eropa ?.  Perusahaan ini sudah sangat tua dan mulai berdagang retail sejak 1890. Tahun 1965 perusahaan ini mulai mengoperasikan hotel, diantaranya berturut turut Sheraton Hotel Kuwait City, Sheraton Hotel Beirut, Sheraton Hotel North America dan Oberoi Hotel Madinah.


Ada Cinema Juga

Mulai tahun 1983 mulai bergerak dan memegang franchise dari berbagai macam perusahaan dari UK dan belahan dunia lain. Contohnya Mothercare, Starbuck, Asha’s, Dean & Deluca, Le Pain Quotidien, Pizza ExpressPinkberryP. F. Chang'sShake Shack, Potbelly, IHOPThe Cheesecake FactoryTexas Roadhouse, Katsuya dan toko sepatu Milano pada tahun 1994.

Avenues Mall Tahap 4 Baru Dibuka
2 Minggu Lalu

Tahun 2000an berkembang lebih pesat lagi dan mengoperasikan toko pakaian Topshop Turkey (2002), Mothercare Russia (2005), H&M, Dean and Deluca (2008), ExpressP.F. Chang's,  Pinkberry dan Payless ShoeSource (semua 2009). Tahun 2010 tambah banyak lagi yang dikuasai seperti  American Eagle Outfitters, Pottery Barn dan Pottery Barn Kids. Ada juga restaurant  Texas Roadhouse, toko pakaian dalam wanita Victoria's Secret. Nambah lagi terus Harvey Nichols, Jack Wills, COS, Teavana, Garrett Popcorn Shops, West Elm and Williams Sonoma.


Konsep Avenue Malls Ini Memindahkan
Kota Kedalam Gedung

Tahun 2013an keatas masih nambah Sprinkles Cupcakes, Veranda, Muji, Katsuya, Raising Cane's. Yang terbaru tahun 2017  Bouchon Bakery, Charlotte Tilbury, NYX Cosmetics, 400 Gradi dan &Seasons. Hotelnya juga nambah Four Season. Belum semuanya bisa saya tuliskan disini, yang jelas semuanya ada di The Avenue Mall Kuwait dan Bahrain. Diluar kedua Mall besar tersebut ada nggak ?. Jelas ada dan banyak di Kuwait dan diseluruh Timur Tengah. Semuanya Alshaya group.

Ada Hall Untuk Concert Music

Design Toko, Jalan Dan Gang Ada
Yang Dibuat Sama Persis Dengan Champ Elysse Paris


Putar Putar Di Avenue Mall Serasa
Jalan Jalan Di Paris Dan London

Ada Juga Jalan Dan Toko Yang Designnya Sangat Mirip
Dengan Jalanan Di London

Jalan Ini Namanya Electra
Lantainya Berpendar

Coba Perhatikan Toko Dan Bentuk Bangunannya
 Ini Di UK atau Di Kuwait

Rasanya Saya Pernah Jalan Dan Melihat Bangunan Seperti Ini
Di Kota London

Sabtu, 31 Maret 2018

Gatwick Airport Selayang Pandang

Gatwick International Airport London
Panjang Runway Cuma 2565 Meter
Bandara Soetta Panjang Runwaynya 3660 Meter !!!

Mari saya ajak anda melihat Gatwick International Airport di London, sebuah bandara internasional tersibuk peringkat 32 dunia tahun 2017. Bandara ini peringkatnya naik terus dari peringkat 37 pada tahun 2015, lalu naik menjadi peringkat 35 tahun 2016 dan sekarang sudah nangkring di urutan 32 pada survey tahun 2017. Baca sumbernya : List Of Bussiest Airport in 2017

Peringkat 32 Bandara Tersibuk Dunia
Aircraft Movement Gatwick Cuma:285,964 Kali
Aircraft Movement Bandara Soetta : 447,390 Kali

Salah satu kelebihan Gatwick International Airport ini (dan juga airport lain di UK seperti Heathrow) adalah telah terintegrasinya stasiun KA, Bus Antar Kota dan Bandara sejak dulu kala. Penumpang tidak merasa sedang berada di lokasi Stasiun KA, Terminal Bus atau sedang berada di Bandara. Semuanya terhubung satu sama lain seolah olah berada dalam satu atap.

Gatwick Airport Ini Adalah Bandara Kedua
Kota London Setelah Heathrow Airport

Di Indonesia, sarana transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara baru diwacanakan / sedang dibangun. Tapi bisa saya pastikan sangat ruwet dan mahal karena Stasiun kereta api dan bus antar kota di Indonesia lokasinya terlalu jauh dari bandara dan berada ditengah kota.  Indonesia jaman dulu cara membangun Stasiun, Terminal Bus dan Bandaranya sendiri sendiri dan tidak memikirkan untuk diintegrasikan. Baru akhir akhir ini saja wacana tersebut bermunculan setelah jalanan macet.

Lorong Lorong Sangat Panjang
Karena  Memang Stasiun KA Cukup Jauh Dari Bandara

Mungkin agak susah membayangkan seperti apa Gatwick International Airport. Secara umum terlihat serba kaca, atapnya kaca tembus pandang dan didekat runwaynya juga terlihat ada banyak pembangkit listrik tenaga matahari.  Kok bisa bisanya tercatat sebagai Bandara Tersibuk Peringkat ke 32 di dunia tahun 2017 ?. Secara kasat mata sebenarnya nggak sibuk sibuk amat kok. Bandara International Soekarno Hatta itu dua kali lebih sibuk dibanding Gatwick Airport. Saya terbiasa menyaksikan bandara bandara di Indonesia dan memang terlihat lebih ramai dan sibuk sekali, terutama kalau musim haji. Yang berangkat Haji hanya dua orang, yang ngantar bisa satu Kelurahan.

Seperti Berada Di Bandara
Tapi Sebenarnya Ini Di Lorong Penghubung Bandara
Dengan Stasiun KA

Bandingkan peringkat Bandara Tersibuk 2017 dibawah ini. Mengingat bahwa bandara International  adalah Pintu Gerbang Negara, tentu anda akan mengerti bahwa sirkulasi ekonomi suatu negara bisa tercermin dari kesibukan Bandaranya. Bandara Cengkareng yang tidak secanggih Gatwick saja bisa seramai itu, apalagi ditambah dengan bandara International lainnya seperti Kuala Namu, Ngurah Rai dan Juanda. Lewat sudah Singapore, Malaysia dan Thailand. 

Tidak Seramai Seperti Bandara Di Indonesia
  • Peringkat 17 : Soekarno Hatta International Airport, Indonesia
  • Peringkat 18 : Singapore Changi Airport, Singapore
  • Peringkat 19 : Seoul Incheon International Airport, South Korea
  • Peringkat 20 : Denver International Airport, USA
  • Peringkat 21 : Suvarnabhumi Airport, Thailand
  • Peringkat 22 : John F Kennedy International Airport, USA
  • Peringkat 23 : Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
  • Peringkat 32 : Gatwick International Airport, United Kingdom
Didalam Kereta Listrik Saja
Terasa Banyak Orang

Keluar Dari Kereta Masih Jalan Lagi
Terlihat Ada Solar Power Panel Didekat Runaway

Menuju Ke Terminal Keberangkatan
Dari Arah Stasiun Kereta Api

Terang Tanpa Lampu Penerangan
Karena Semua Atap Dari Kaca Tembus Pandang

Gatwick Airport Hemat Listrik, Selain Beratap Kaca
Ada Juga Solar Power Panel Didekat Runaway

Cahaya Matahari Menghangatkan Bagian
Dalam Bandara

Terminal Keberangkatan
Sepi Sekali Jam 10:00 Pagi

Corridor Menuju Ke Pesawat
Serba Kaca, Terang Benderang Tanpa Listrik

Masih Harus Turun Lagi Ke Lantai Dasar Untuk
Menuju  Ke Pesawat

Selasa, 20 Maret 2018

Cerita Seram Pemandian Air Suci Galta Ji

Galta Ji Temple Jaipur

Namanya Galta Ji Temple. Tempat ini merupakan sekumpulan bangunan tempat ibadah orang India yang terletak diantara tebing batu cadas Aravali Hill. Lokasi tepatnya di Khania Balaji, sekitar 10 Km dari kota Jaipur, Rajasthan, India. Sering juga orang menyebut dengan nama Monkey Temple (Khole Ke Hanuman Ji) karena komplek bangunan ini dihuni banyak sekali monyet yang dikeramatkan. Salah satu kuil monyet ditempat ini namanya Galwar Bagh. Sebenarnya nggak cuma monyet saja yang dikeramatkan di tempat ini, tapi sapipun juga dibuat hidupnya enak, nyaman dan mulia disini.

Tempat Yang Disucikan Orang India Ini Sangat
Ramai Saat Hari Keagamaan Tertentu

Sebagai tempat suci warga India, sudah tentu banyak sekali benda yang dikeramatkan selain monyet dan sapi. Yang sangat terkenal dan menjadi tujuan para pengunjung adalah kolam besar berisi 'Air Suci' yang katanya berasal dari mata air yang mengalir dari bukit bukit disekitarnya. Pada hari hari besar keagamaan tertentu, semua orang India tumplek blek datang dan mensucikan diri di kolam ini. Kalau nggak salah ada tujuh kolam pemandian besar berundak dari yang paling Maha'suci' sendiri terletak diatas dan paling bawah sendiri dengan kwalitas ke'suci'annya masuk kategori 'pas pasan'. 

Pemandangannya Sangat Bagus
Apalagi Saat Rintik Rintik Hujan Seperti Ini

Yang jelas warna airnya hijau - hijau tua seperti berlumut, dan katanya nggak pernah kering dari jaman dulu. Gimana bisa kering, dikuras dan dibersihkan saja sepertinya nggak pernah dan itu terlihat dari warna airnya yang hijau dekil. Monyet monyet yang menghuni bangunan  kuil disekitar kolam inipun terlihat juga ikut ikutan gembira ria nyemplung dan mandi di kolam ini. Sapi katanya juga dimandikan di kolam ini, tapi saya tidak melihat sendiri saat itu.

Ini Tempat Ibadah Orang India
Penuh Ukiran/Lukisan Bergambar Monyet

Saat saya datang, kolam pemandian yang paling atas sedang dibuka untuk umum sedangkan kolam lainnya ditutup. Nama kolamnya Galta Kund. Kolam ini katanya kolam yang paling suci dan nggak pernah kering. Baik laki laki maupun perempuan mandi bareng ditempat yang sama, nggak ada pemisah sama sekali tetapi yang perempuan mengelompok sendiri di kolam sebelah kiri. Mungkin risih kalau membaur dengan yang laki laki.

Monyetnya Banyak Dan Jinak
Tapi Jangan Jahil Dan Mengganggu Ya

Cukup lama saya mengamati orang India sedang mandi dan saya langsung bisa menyimpulkan. Ternyata, sebagian besar lelaki India itu celana dalamnya cuma cawet atau kolor. Bahannya semacam kain karung tepung terigu seperti yang sering dipakai kakek saya waktu jaman perjuangan 1945. Jarang yang terlihat ada laki laki yang memakai celana dalam modern merk Rider, Hings, GTMan atau Speedo. Mungkin ini pengaruh dari Mahatma Gandhi yang selalu menganjurkan memakai produk tenun buatan sendiri.

Bangunan Kuno Tempat Ibadah
Ada Monyet Dan Juga Sapi Yang Dikeramatkan

Yang wanita ternyata juga sama saja. Dibalik kain Saree yang menutupi tubuhnya, tidak ada satupun yang terlihat memakai Bra Modern merk Triump, Sorella, Victoria Secret atau semacamnya. Begitu kain Saree dibuka ternyata yang terlihat Bra model kuno seperti rompi warna warni dan celana dalamnya juga mirip celana pendek kolor tepung terigu yang sering dipakai nenek nenek jaman baheula. Bra-nya sebenarnya sama dengan baju biasa sedada tanpa busa padding atau bahan elastis yang kencang. Sepertinya wanita India juga patuh mengikuti anjuran Mahatma Gandhi untuk menjahit dan menenun sendiri pakaian dalamnya.

Menuju Kolam Teratas Bisa Ketemu Monyet

Kalau anda sering nonton film Bollywood, tentu anda kenal dengan artis cantik Priyanka Chopra dan aktor ngganteng Shahrukh Khan. Nah, meskipun mereka cantik dan ngganteng, percayalah bahwa pakaian dalamnya pasti hasil tenun lokal dari bahan kain katun seperti karung tepung terigu. Bikini sexy yang dipakai Priyanka Chopra di film-film Bollywood itu hanyalah iklan promosi dari perusahaan bikini Eropa / Amerika yang ingin menembus pasar India. Susah memang menembus pasar India kalau penduduknya sudah terlanjur cinta produk dan design dalam negeri sejak jaman kolonial. Percayalah .... atau buktikan sendiri di Galta Ji Temple Jaipur.

Naik Tinggi Sekali Menuju
Kolam Paling Suci Galwar Bagh

Warna Airnya Hijau Tua Dan Cenderung Hitam
Sepertinya Kok Kotor Dan Dekil

Warna Airnya Hijau Seperti Berlumut
Monyet Juga Ikutan Nyemplung Dan Mandi Di Air Suci

Wanita India Nggak Ada Yang Pakai Bra Modern
Modelnya Seperti Rompi Dan Langsung Ditutup Kain Saree

Jarang Yang Memakai Celana Renang Modern
Speedo Atau Merk Lainnya, Umumnya Made  In India

MasyaAllah, Yang Mandi Emak Emak Dan Nenek Nenek
Kenapa Bisa Begini ?

Celana Kolor Kain Tenun
Yang Juga Dipakai Oleh Mahatma Gandhi
Baca Juga :